Baru-baru ini, beredarnya isu bahwa masuk ke ruang VIP The Pavilion di Ciputra Golf Club and Resto Surabaya harus memiliki status “Sultan” atau kelas elit menarik perhatian publik. Isu ini muncul setelah beberapa pengunjung mengeluhkan kesulitan dalam mengakses fasilitas tersebut. Namun, apakah benar-benar ada syarat khusus seperti itu?
The Pavilion adalah fasilitas baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman istimewa bagi para pengunjung. Terletak di lantai 2 area Palimanan Resto, ruangan ini dilengkapi dengan long table untuk kapasitas 20 orang, ruang shower, toilet, loker dengan smart key, musholla, serta pemandangan lapangan golf yang hijau. Desainnya yang mewah dengan nuansa warna hitam, cokelat, dan emas mencerminkan kesan eksklusif.
Namun, informasi terkini menyebutkan bahwa tidak ada syarat khusus seperti “Sultan” untuk bisa masuk ke The Pavilion. Menurut GM Ciputra Golf Club and Resto, Retno Widyaningsih, ruangan ini dapat digunakan oleh siapa saja, baik sebagai tempat transit setelah bermain golf maupun untuk acara seperti meeting, pertemuan keluarga, atau event corporate.
Meski begitu, pengelola tetap memastikan bahwa penggunaan The Pavilion sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan yang berlaku. Misalnya, untuk keperluan acara tertentu, diperlukan pemesanan terlebih dahulu dan mungkin ada biaya tambahan.
Selain itu, untuk pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas The Pavilion, mereka diminta untuk membawa dokumen-dokumen pendukung seperti surat ijin atau tugas belajar dari instansi kerja jika diperlukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan ruangan tersebut sesuai dengan aturan dan kebutuhan pengunjung.
Dalam konteks yang lebih luas, isu tentang akses ke fasilitas eksklusif sering kali memicu spekulasi dan ketidakpuasan di kalangan pengunjung. Oleh karena itu, penting bagi pengelola untuk transparan dalam menjelaskan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pengunjung, Ciputra Golf Club and Resto juga aktif dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan. Contohnya, Hotel Ciputra Jakarta turut serta dalam aksi Earth Hour 2025 dengan memadamkan lampu selama satu jam sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa masuk The Pavilion Ciputra harus “Sultan”, fakta menunjukkan bahwa akses ke fasilitas tersebut tidak dibatasi oleh status sosial. Pengelola tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang ramah dan profesional kepada semua pengunjung.
