Sebanyak 1.000 peserta mengikuti acara Color Run yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung pada Minggu, 3 November 2024. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan wali kota dan cawalkot tahun 2024. Namun, beberapa peserta mengeluhkan adanya iritasi kulit akibat bubuk warna yang digunakan dalam acara tersebut.
Menurut laporan awal, sejumlah peserta mengeluhkan gatal dan perih di area kulit yang terkena bubuk warna. Beberapa dari mereka bahkan mengaku mengalami ruam merah setelah berpartisipasi dalam acara tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan bahan yang digunakan dalam penggunaan bubuk warna selama acara Color Run.
Dalam rangka menjawab keluhan peserta, KPU Kota Bandung memberikan penjelasan resmi. Menurut Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti, bubuk warna yang digunakan dalam acara Color Run telah melalui proses evaluasi dan persiapan yang matang.
“Bubuk warna yang digunakan merupakan bahan yang aman dan ramah lingkungan. Kami memastikan bahwa semua bahan yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan tidak membahayakan kesehatan peserta,” jelas Wenti.
Namun, meski demikian, beberapa peserta tetap merasa tidak nyaman. Dari hasil survei sederhana yang dilakukan oleh panitia, sekitar 15% peserta mengeluhkan gejala iritasi ringan. Untuk mengatasi hal ini, panitia menyediakan fasilitas kesehatan sementara di lokasi acara, termasuk olesan obat anti-iritasi dan air minum untuk membersihkan tubuh.
Wenti juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait penggunaan bubuk warna pada acara serupa di masa depan. “Kami akan memperhatikan masukan dari peserta dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk kenyamanan peserta,” tambahnya.
Selain itu, KPU Kota Bandung juga mengimbau kepada peserta untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri setelah mengikuti acara Color Run. Terutama bagi peserta yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan kimia.
Sementara itu, para peserta yang mengalami iritasi diminta untuk segera menghubungi petugas kesehatan di lokasi acara. Jika gejala tidak membaik, mereka bisa mendapatkan pengobatan lebih lanjut di puskesmas terdekat.
Meski ada keluhan, acara Color Run tetap dianggap sukses dalam menciptakan semangat partisipasi masyarakat. Selain Color Run, KPU Kota Bandung juga menggelar tari Jaipong Siuh yang diikuti oleh 1.000 penari, yang merupakan siswa SMA/SMK pemilih pemula. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih dalam pemilu.
